Seseorang Itu Adalah Kamu




Orang yang telah menuliskan puisi indah itu adalah dia yang tak sengaja kukenali. Namanya...... Ah tidak, aku tidak bisa menyebutkannya di sini. Lagi-lagi aku adalah seorang gadis cupu yang penakut, yang bisanya betah lama-lama di rumah, yang setiap malam sebelum tidur senangnya berimajinasi. Membayangkan hal-hal hebat itu dapat kuraih. Tak lepas juga pada kata yang selalu saja terngiang di kepala.

Aku tahu itu hanyalah kata, yang kau susun begitu rapi seakan-akan membuatku mencintai puisimu melebihi karyaku, yang pada kenyataannya puisimu ditujukan bukan untukku.

Aku hanya bayang yang tak sengaja menemukan seorang pangeran.
Aku hanya bayang yang bisanya melihatmu dari belakang. Dengan terus mengikuti ke mana langkah puisi itu kau tuju.
Hanya bisa seperti itu.

Entah sampai kapan rasa kagum ini terus mengikutimu.
Entah sampai kapan perasaan bahagia sekaligus khawatir ini terus bersamaku. Aku bahagia karena setidaknya kau anggap aku ada. Aku pun khawatir, jika yang sudah kau lakukan lagi-lagi hanya sebatas merasa 'tak enak' atau pun 'kasihan'.

Suatu saat entah kapan itu, jika kamu menemukan tulisan ini, itu berarti semesta sudah mengizinkan aku untuk bertemu denganmu. Meskipun pertemuan pertama kita kucuri lebih dulu.  Ya, suatu saat jika kita memang benar akan bertemu, sepertinya aku yang akan lebih dulu mengenalmu. Walaupun diam yang akan kulakukan.


Aku tidak yakin jika tulisan ini akan menemukanmu. Namun jika memang itu terjadi tolong jangan jauhi aku. Anggap saja kita seperti ini. Tetap saling asing. Tetap jadi kamu yang seperti biasa, yang selalu kukagumi setiap karyanya, yang selalu kunantikan lagi, dan lagi puisi-puisi itu kau tuliskan. 

Jika suatu saat nanti kamu berpas-pasan bertemu dengan perempuan yang ketika kau lewati terus saja melihat ke bawah --ke arah jalan itu berarti kamu menemukanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkenalan

Bangga Menjadi Narablog Pada Era Digital

Mengingat Kembali